Oleh: Suci Aulia

Badan Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Riau (BPTIK UR) telah menyediakan layanan blog untuk dosen dan staf UR sejak awal 2010 lalu. Penyediaan blog tersebut bertujuan untuk mempermudah dosen maupun staf dalam melakukan pertukaran informasi terkait aktifitas perkuliahan. Meski tak berbayar, penggunaan blog tersebut masih minim.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, mulai  dari catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program pemerintah atau perusahaan. Begitu juga dengan blog yang disediakan oleh BPTIK. Fasilitas blog tersebut digagas demi menunjang kemudahan dosen maupun staf dalam memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa. Melalui blog, sharing informasi secara formal pun dapat dilakukan.
‘’Blog untuk dosen maupun staf dibuat untuk sharing informasi secara resmi. Seperti informasi mengenai kuliah, pengumuman kuliah, bahan kuliah, maupun bahan ujian,’’ jelas Salhazan Nasution M Kom, Web Administrator BPTIK kepada Tekad, Rabu (21/12) lalu. Penyediaan blog ini pun tak asal. Salhazan mengaku, pihaknya telah melakukan survei ke berbagai universitas di Indonesia.
‘’Sebelum membuat blog, kita melakukan survei terlebih dahulu. Kita lihat blog Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan universitas-universitas besar lainnya. Kita pelajari dulu bagaimana blog mereka. Kita ambil yang baik-baik dan kita adopsi,” akunya.
Gratis, tak berbayar
Fasilitas blog tersebut dapat digunakan secara gratis. Hal ini dikarenakan UR telah memiliki server sendiri sehingga dosen atau staf yang ingin memiliki blog cukup mendaftar ke akun yang telah disediakan. Namun, kata Salhazan, bagi dosen atau staf yang ingin mendaftar dianjurkan untuk menggunakan email UR.
‘’Dosen atau staf hanya perlu mendaftar saja. Tapi, dianjurkan sekali untuk menggunakan email UR agar kita dapat mengetahui bahwa ia adalah dosen atau staf UR,’’ katanya. Dijelaskan Salhazan, prosedur pendaftaran blog tersebut pun cukup mudah.
‘’Prosedur pendaftran pun simple sekali. Dosen maupun staf yang ingin mendaftar hanya perlu mengisi formulir dengan mengisi alamat email, nama, dan Nomor Induk Pegawai (NIP). Lalu dikirim ke email admin. Nantinya akan kita validasi dulu. Apakan yang mendaftar ini benar-benar karyawan dan dosen UR atau tidak,’’ jelasnya.
Ketentuan isi blog tersebut lanjut Salhazan, blog tidak digunakan untuk postingan yang mengandung sara,  pornografi, dan bersifat komersil. ‘’Di blog itu sudah ada ketentuan bahwa tidak boleh mengandung sara, pornografi, maupun komersil. Kalau pun ada, kita akan beri peringatan dan kalau masih terulang, maka blognya akan dinonaktifkan,’’ tegas Salhazan.
Kurang perhatian
Walau fasilitas telah disediakan, Salhazan menyayangkan kurangnya respon  dan perhatian para staf dan dosen dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Ia menjelaskan, eksplorasi dosen terhadap blog belum maksimal. Terdapat sekitar enam puluh hingga tujuh puluh dosen yang telah mendaftar, namun yang update masih berkisar antara dua puluh hingga tiga puluh dosen saja.
‘’Mungkin ada beberapa dosen yang belum mengerti atau gagap teknologi terhadap blog. Tetapi seharusnya dosen-dosen Ilmu dan Teknologi (IT) yang mengerti mengenai blog sudah mendaftar untuk sharing dan berbagi informasi,’’ ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Defrianto DEA. Ia menyatakan, penggunaan blog yang telah disediakan itu belum maksimal. ‘’Respon dari dosen untuk mendaftar di blog sangat kurang sekali. Penggunaannya pun tidak maksimal,’’ katanya.
Kurangnya penggunaan blog oleh dosen berimbas pada ketidaktahuan mahasiswa akan adanya blog tersebut. Hal tersebut dikarenakan kurangnya sosialisasi dan dosen yang mendaftar. Demikian yang diungkapkan oleh Defrianto.‘’Mahasiswa mengetahui blog ini hanya dari dosen yang bersangkutan. Tapi, bagi dosen yang belum mendaftar di blog, mahasiswanya juga belum tahu dengan adanya fasilitas blog ini,’’ ungkapnya.
Namun, ketua Pusat Komputer (Puskom) ini mengaku bahwa penggantian hardware dari pihak Puskom bisa menjadi salah satu penyebab terhalangnya proses pendaftaran blog tersebut. ‘’Dalam minggu ini jaringan internet itu terhambat karena di akhir tahun kita banyak penggantian hardware, sehingga untuk mendaftar pun menjadi sedikit terhalang,’’akunya kepada Tekad, Rabu (14/12) lalu.
Salah seorang dosen pun mengakui pemanfataan blog tersebut belum masksimal. Seperti yang diungkapkan oleh Deni Danar Rahayu SE MSi, salah seorang dosen Manajemen Fakultas Ekonomi (Fekon). ‘’Sebenarnya blog tersebut bagus asal bisa dimanfaatkan dengan benar. Misalnya, kemarin Fekon juga mengadakan pelatihan untuk membuat blog yang ditujukan untuk dosen-dosennya. Tetapi memang, blog itu belum dimanfaatkan secara maksimal dan optimal,’’ ungkap Deni kepada Tekad, Jumat (23/12) lalu.
Permasalahannya, jelas Deni, pengetahuan dosen-dosen akan IT masih minim. Di samping itu, jaringan internet juga menjadi kendala dalam mengakses blog tersebut. ‘’Masalah lain yaitu jaringannya. Apabila di kampus ini jaringannya sudah bagus,  mahasiswa juga free untuk mengakses internet, dosennya juga rajin mengisi blog, maka itu akan optimal,’’ katanya.
Deni juga menambahkan, penggunaan blog tersebut masih perlu disosialisasikan agar pengetahuan dosen dalam mengakses blog lebih dalam. Dengan demikian, dosenpun terpacu untuk menggunakan blog sebagai media dalam sharing informasi perkuliahan.
Blog akan maksimal!
Kemajuan teknologi khususnya dalam belajar mengajar membuat Salhazan yakin ke depannya penggunaa blog tersebut akan maksimal. Hal tersebut dikarenakan blog juga dapat digunakan sebagai sarana e-learning sehingga mahasiswa maupun dosen dapat belajar melalui jarak jauh. Selain itu, kata Salhazan, mahasiswa atau dosen yang tidak hadir dalam perkuliahan dapat bertukar informasi melalui blog. Hal tersebut dapat mempermudah mahasiswa maupun dosen yang bersangkutan.
‘’Kedepannya saya pikir akan maksimal. Misalnya, jika dosen tidak bisa hadir dalam perkuliahan, maka dosen tersebut dapat meletakkan bahan perkuliahan dan tugas-tugas di blog saja. Kalaupun mahasiswa tidak dapat hadir, mereka tidak perlu khawatir akan ketinggalan materi karena mereka dapat melihat bahan perkuliahan tersebut di blog dosen yang bersangkutan,’’ kata Salhazan.
Salhazan menghimbau kepada seluruh dosen dan staf agar memanfaatkan fasilitas blog yang telah disediakan. ‘’Manfaakanlah fasilitas blog ini. Apabila semua dosen menggunakan blog, maka akan mempermudah para mahasiswa dosen itu. Misalnya, apabila pada suatu pertemuan dosen yang bersangkutan tidak bisa hadir, maka dosen tersebut dapat meletakkan bahan perkuliahan dan tugas-tugasnya di blog saja,’’ himbaunya.
Begitu juga dengan Defrianto. Ia mengharapkan kepada dosen-dosen untuk memposting tulisan-tulisannya pada blog. ‘’Diharapkan dari dosen-dosen untuk dapat meletakkan konten penelitian, konten bahan-bahan kuliahnya, kemudian konten tugas-tugas untuk mahasiswanya pada blog mereka,’’ harap Defrianto.*** (YR/NG)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: