FT Kunjungi PLTA Kotopanjang

Pembangkit Listrik Negara (PLN) merupakan perusahaan Badan Hukum Milik Negara (BUMN) yang dalam lingkup kerjanya berorientasi sesuai dengan aplikasi ilmu mahasiswa teknik. Untuk itu, puluhan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UR kunjungi PLTA Kotopanjang, Sabtu (19/11) lalu.

TEKAD-Kunjungan dalam bentuk work shop ini disambut oleh beber apa staf. Darmansyah, Humas PLTA mengaku akan lebih banyak anggota yang menyambut kunjungan jika diadakan di hari dinas. ‘’Hari ini bukan hari dinas, jadi tidak semua supervisor bisa hadir dan menginfokan tentang PLTA Kotopanjang. Padahal mereka orang-orang ahli di bidangnya,’’ akunya.
Namun begitu, Darmansyah dan beberapa staf divisi mengawal mahasiswa menuju ruang pertemuan PLTA Koto panjang guna memulai persentasi dan tanya jawab seputar proses kerja, permesinan, hingga sejarah PLTA Kotopanjang.
Besar dengan tiga unit mesin
Renald Simarmata dari Staf Sipil dan Lingkungan dalam persentasinya menjelaskan bahwa PLTA Kotopanjang terdiri dari tiga unit mesin yang dua diantaranya berkapasitas besar. Tiga unit ini menghasilkan energi listrik hingga 114 megawatt atau dalam keadaan normal mampu mensuplay 43% dari kebutuhan listrik di Riau.
‘’Studi kelayakan semua mesin dilakukan pada tahun 1993. Kemudian resmi beroperasi sejak 1997 setelah menenggelamkan sepuluh desa di sekitar sebagai wilayah waduk pembangkit,’’ lanjut Renald.
Pola operasi PLTA Kotopanjang pun terbagi tiga, yakni water manajemen atau kontrol dan pengelolaan debit air, rute curve, dan spillway. Air, jelas Ade Sitepu, prensetator lainnya, memiliki energi potensial sehingga bisa diolah menjadi energi listrik.
‘’Air bisa diolah menjadi listrik atau energi mekanik. Air dimasukkan ke turbin sehingga turbin bergerak berputar dan menghidupi trafo. Generator yang berputar bersama turbin tadi dapat menghasilkan listrik,’’ jelasnya.
Dam di PLTA Kotopanjang, lanjut Ade, didesain untuk berumur hingga lima puluh tahun. Maka yang perlu dilakukan oleh staf PLTA saat ini adalah perawatan, bukan pembaharuan. ‘’Kita punya peralatan monitoring yang berguna langsung untuk menjaga atau merawat Dam. Bahkan dilengkapi juga dengan teknologi anti gempa,’’ lanjutnya.
Air dan balak liar
Disinggung mengenai kendala selama beroperasi, Darmansyah menyebut kendala kursial adalah air. Turbin yang tergantung oleh debit air akan berproduksi rendah jika musi kemarau tiba.
Kendala lainnya terjadi akibat perilaku masyarakat sekitar yakni menggeliatnya pembalakan hutan liar. ‘’Jika pembalakan liar terus terjadi di sekitar PLTA, dapat mengotori air, sampah-sampah pohon masuk ke air, sehingga berpengaruh pada memburuknya Dam.’’
Mengatasi hal ini, Darmansyah mengaku terus bekerjasama dengan beberapa dosen dari UR selaku konsultan PLTA Kotopanjang, agar keadaan air tidak makin memburuk. ‘’Saat ini masih tahap toleransi. Harapannya masyarakat sadar bahwa hutan milik kita seperti halnya PLTA ini adalah milik seluruh masyarakat Riau,’’ katanya kemudian.
Seusai presentasi, peserta workshop dibawa melihat langsung tiga unit mesin PLTA dan bagian-bagian turbin air. Ramzi, Staf Pemeliharaan Listrik kemudian mengenalkan Ruang Pusat Kontrol dan fungsi-fungsi alat di dalamnya.
‘’Tombol-tombol kontrol ini terhubung langsung dengan mesin dan turbin. Mesin-mesin yang kita lihat tadi berada minimal 10 meter di bawah tanah, jadi semuanya dimudahkan mengontrolnya dari sini,’’ sebutnya.
Lulusan UR dinanti
Dari Ruang Pusat Kontrol, peserta melaju menuju waduk di lokasi atas PLTA. Matahari menyengat, namun peserta makin antusias. Seperti Barnes, salah satu peserta undangan dari Komisariat Faperika GMKI. ‘’Antusias pastinya, karena workshop ini sangat menambah pengalaman. Sekarang jadi tahu PLTA Kotopanjang sampai setiap bagiannya. Ternyata tidak sia-sia desa-desa dulu itu ditenggelamkan, hasilnya besar untuk kita,’’ ungkapnya.
Feri, Ketua Panitia acara, menuturkan hal serupa. ‘’Tujuan awal agenda ini memang menambah pengetahuan dan pengalaman peserta, khususnya di bidang unit-unit pembangkit listrik. Senang rasanya jika tujuan acara ini dianggap berhasil,’’ tuturnya.
Darmansyah berharap, ke depannya lulusan dari UR dapat bergabung dengan PLTA kebanggaan Riau ini. Karena sudah saatnya lulusan UR mampu bersaing dengan lulusan dari berbagai universitas di Indonesia lewat rekuitmen nasional PLN di pln.co.id.
‘’Kita sudah punya lulusan dari ITB, UI, Trisaksi, dan Unand. Harapannya ke depan dari UR juga ada. Info rekuitmen lengkap di situs PLN, kita hanya tinggal menerima dari pusat,’’ lanjutnya.
Di akhir kunjugan, Darmansyah menghimbau agar mahasiswa yang hadir mau membantu meralat info salah mengenai PLTA Kotopanjang.  ‘’Tolong sampaikan kepada masyarakat bagaimana PLTA Kotopanjang, agar tidak berkepanjangan stigma yang tidak benar. Kita sudah menggunakan teknologi yang terbilang maju dan berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,’’ sebutnya. ***

(Nancy/Tekad)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: