Harga Mahal, Pedagang dan Mahasiswa Mengeluh

TEKAD-Gerai Pendidikan, demikian nama gedung berwarna orange yang berdiri megah di area belakang FISIP UR. Gedung yang berada tepat di sebelah kiri Laboratorium Pariwisata ini terdiri dari delapan stan yang menjual aneka makanan dan minuman, mulai dari makanan dengan image modern seperti burger, hingga makanan tradisional seperti pecel, ayam goreng kalasan, gado-gado, soto, dan aneka makanan lainnya.
Bangunan baru itu pun terlihat elegan layaknya foodcourt yang sering dijumpai di pusat perbelanjaan modern yang ada di Pekanbaru. Ditambah lagi dengan sistem pembayaran langsung yang dilakukan terlebih dahulu sebelum pembeli menyantap pesanannya.
Namun tempat nyaman dan luas, adanya cleaning service, security, televisi, serta cassir merupakan beberapa fasilitas yang disediakan oleh kantin ini. Hal tersebut memang bertransformasi secara cepat dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
Namun perubahan tersebut ternyata tak lantas membuat mahasiswa dan para pedagang senang. Pasalnya, perubahan fisik kantin juga memaksa pedagang merubah harga makanan dan minuman yang mereka jual.
Hal tersebut dikeluhkan beberapa pedagang. Menurut mereka, konsep yang ditetapkan oleh pihak fakultas kepada pedagang cukup memberatkan. ‘’Kita cukup keberatan dengan konsep gerai yang seperti ini. Kita menyetorkan 27% dari harga penjualan, dengan demikian tentunya kita sedikit menaikkan harga,’’ ungkap salah seorang pedegang kepada Tekad, Rabu (05/10) lalu.
Harga yang tinggi membuat mahasiswa harus merogoh kantong lebih. Seperti disebutkan Abdul Latif. ‘’Melihat harga di gerai ini, banyak mahasiswa yang complain dengan harga makanan dan banyak diantaranya memilih untuk makan di luar FISIP,’’ sebut  mahasiswa Hubungan Internasional ’10 ini.
Menurut Latif, perubahan merupakan hal yang diperlukan, namun perubahan yang terjadi pada kantin membuat mahasiswa kerepotan. ‘’Perubahan perlu, tapi sistem harus bayar ke kasir malah bikin repot,’’ katanya.
Selasa (18/10) lalu Latif menyuarakan keluhannya bersama mahasiswa FISIP yang dikoordinator oleh BEM FISIP. Beberapa mahasiswa berdemo menyerbu dekanat, menyampaikan penolakan terhadap gerai pendidikan yang mereka sebut ‘komersialisasi pendidikan’.
‘’Pembangunan FISIP bagus, tapi cenderung bisnis oriented. Ini kampus, konsep seperti itu tidak layak diterapkan di kampus,’’ tegas Ari Nugraha, salah satu peserta demo.
Menanggapi itu, Safri berkomentar. ‘’Kalau tidak maumakan disana, kita tidak paksa, yang pasti masalah mahalnya makanan di Gerai akan kita pertimbangkan lagi konsepnya,’’ komentarnya kepada mahasiswa.
Ekki Gaddafi Skom MKom, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan FISIP UR, menanggapi hal tersebut. Menurutnya, kenaikan harga makanan di Gerai Pendidikan tidak beralasan. Kenaikan harga yang dilakukan oleh pedagang merupakan kesalahan mereka sendiri. ‘’Itu kesalahan manajemen pedagang saja. mengapa harus menaikkan harga? Padahal mereka bisa mengatur pola dagangan mereka. Contohnya ayam yang dulu dipotong delapan sekarang bisa potong sepuluh,’’ kata Ekki.
Ekki menyayangkan sikap pedagang yang mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya, segala pelayanan telah disiapkan pihaknya di gerai tersebut, para pedagang hanya tinggal menempati dan tidak perlu membayar uang sewa. Sistem yang dijalankan pun bagi hasil.
‘’Bapak Dekan saja sudah berpesan agar kita tidak menyulitkan pedagang. Untuk itu, kita melakukan sistem bagi hasil, 73 persen untuk pedagang dan 27 persen untuk kita. Segala fasilitas kita yang menyediakan, mereka hanya tinggal mengurus dagangan mereka masing-masing. Bahkan, uang sewa pun tidak kita minta,’’ tukasnya.
Ekki pun menegaskan kepada para pedagang yang merasa keberatan dengan sitem tersebut. Katanya, jika pedagang merasa keberatan, mereka bisa mencari tempat dagangan lain. ‘’Sebenarnya hanya beberapa pedagang saja yang mengeluh. Kita sudah cek juga. Pedagang yang lain baik-baik saja, bahkan harga yang ditawarkan pun masih dalam taraf normal. Jadi kalau ada pedagang yang keberatan, silahkan cari tempat dagangan lain. Masih banyak pedagang lainnya yang ingin berjualan di kantin kita,’’ tegasnya, Kamis (06/10) lalu.***

(Indah & Dila/Tekad)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: