Menjadi Seorang Wanita yang Dicintai

Alam terbentang luas beserta isinya merupakan ciptaan Yang Maha Kuasa. Begitu juga manusia, adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh-Nya. Karena itulah, kita sebagai manusia sepatutnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT dengan menjadi seorang wanita yang dicintai.
Wanita itu indah, wanita selalu ingin dimengerti, dicintai, disayangi, dan dipuji. Wanita bagai rembulan di malam hari yang memancarkan sinar dengan begitu indahnya. Wanita merupakan dambaan seorang pria, tanpa seorang wanita maka tidaklah lengkap kehidupan ini.
Bagai kumbang tanpa sayap, tidak akan bisa terbang. Begitulah perumpamaan kehidupan seorang pria yang tidak akan lengkap tanpa dampingan seorang wanita yang sholihah. Naluri wanita begitu tajam terhadap situasi, kondisi lingkungan, bahkan perasaan. Itulah mengapa wanita sangat cepat merasakan iba atau ketidaktegaan terhadap orang lain.
Pada lain hal, wanita harus pandai-pandai menjaga dirinya sendiri. Apalagi di zaman serba modern sekarang ini. Ketersediaan alat canggih dan sistem sosial yang terbentuk membuat orang tua yang memiliki anak perempuan berpersepsi menjaga diri bagi perempuan itu sulit. Padahal, justru dengan berbagai kemajuan tersebut sesungguhnya usaha dalam menjaga diri dapat lebih mudah jika dipergunakan dengan penuh kecerdikan.
Menjaga diri lebih baik dari pada kita harus meniru gaya orang lain yang akan membuat ‘rusak’, begitulah. Hal ini memang harus menjadi pedoman bagi wanita agar kita tidak terjerumus dalam hal yang negatif dan tetap konsisten pada kebenaran yang sesungguhnya. Contohnya dalam pergaulan, terdapat batasan-batasan yang bertujuan demi kemaslahatan semua orang.
Seperti gender lainnya, wanita memiliki karakter dan bentuk fisik yang berbeda-beda. Mulai dari yang tinggi, pendek, langsing, gendut, rambut yang ikal ataupun lurus, hidung yang mancung atau pesek, kulit wajah yang halus atau berjerawat, bahkan inner beauty yang mengagumkan. Semua itu merupakan suatu hal yang dimiliki wanita sebagai perhiasan dunia yang berharga, yang terpenting adalah rasa syukur kepada Allah SWT. Karena dengan rasa syukur itu, hati dan kehidupan ini akan terasa tentram dan damai.
Seorang wanita akan mendapat nilai lebih dari orang lain jika wanita tersebut dapat menjaga perilaku, sikap, sopan santun, ramah tamah dan pandai menjaga diri dari hal-hal yang buruk. Contohnya dengan senyum. Senyum yang tulus dapat meluluhkan ketegangan jiwa dan membuat wajah lebih bersinar. Akan tetapi senyuman ini jangan disalahgunakan untuk hal yang dilarang dalam Islam.
Contoh lainnya adalah berpikiran positif pada diri sendiri dan pada orang lain, serta jangan menyesali kekurangan diri. Sebagai seorang wanita kita harus selalu berbangga hati, karena derajat wanita lebih tinggi dibanding pria. Seperti kisah Rasulullah. Ketika itu, Rasulullah hendak pergi untuk perang, kemudian datanglah laki-laki dan berkata, ‘’Ya Rosul, bolehkah saya ikut berperang denganmu?” Rosul menjawab, ‘’Apakah kamu masih memiliki kedua orangtua?” Laki-laki itu menjawab, ‘’Masih ya Rosul’’. Kemudian Rosul berkata, ‘’Lebih baik kamu berbakti kepada kedua orang tuamu’’. Laki-laki itu heran, mengapa Rosulullah SAW menyuruhnya begitu. Lalu ia pun bertanya, ‘’Kepada siapa saya harus berbakti ya Rosul?’’ Rosul pun menjawab, ‘’Kepada ibumu.’’ Laki-laki itu bertanya lagi, ‘’Kemudian siapa ya Rosul?’’ Rosul menjawab, ‘’Kepada ibumu’’.
Laki-laki itu bertanya lagi, ‘’Lalu setelah itu siapa ya Rosul?’’  Rosul menjawab, ‘’Kepada ibumu’’. Laki-laki itu bertanya lagi, ‘’Setelah itu kepada siapa lagi saya berbakti ya Rosul?’’ Rosul menjawab, ‘’Kepada ayahmu’’. Sesungguhnya berbakti kepada orang tuamu itu lebih baik daripada ikut berperang’’. Kemudian laki-laki itu pergi untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, lebih-lebih kepada ibunya.
Dari sepenggal riwayat di atas, dapat disimpulkan bahwa derajat seorang ibu atau wanita tiga tingkat lebih tinggi dibanding ayah atau pun kaum laki-laki. Lalu dalam hal berhias, kebanyakan wanita lebih suka berhias, menghias diri membuat wajah lebih cantik dan indah.
Mulai dari bedak, lipstik, maskara, eyeliner, eyeshadow dan lain sebagainya. Hal ini hanya untuk kecantikan wajah, bahkan masih banyak wanita yang menghias rambutnya, mulai dari rebonding, smooting, dipirang dengan berganti-ganti warna, dan masih banyak lagi perilaku mereka untuk membuat mereka lebih condong kebarat-baratan. Sehingga mereka merasa lebih baik dan lebih pede  (percaya diri, red) dengan penampilan mereka yang lebih modern tersebut.
Namun ingatlah, bahwasannya berhias itu bukanlah ajang perlombaan, akan tetapi cobalah berhias dengan niat agar terlihat indah jika orang lain melihatnya. Berhias jangan disalah-artikan, maksudnya berhias diri dengan secantik-cantiknya agar dilihat oleh Si Polan (kaum pria, red), agar mereka makin tertarik dan makin cinta. Bukan, bukan seperti itu. Akan tetapi berhiaslah agar diri bersih dan indah.
Berhias diri agar lebih cantik tidak harus mengumbar aurat, yakni berpakaian yang terbuka dan serba ketat sehingga akan terlihat lekuk dan bentuk tubuh. Akan tetapi tutuplah aurat dengan menggunakan jilbab, berpakaian agak longgar sedikit agar lebih indah dan tidak terlihat bentuk tubuh.
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surah An-Nuur:31 yang artinya, ‘’Katakanlah kepada wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka. Kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat mereka. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketehui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.
Dari Firman Allah di atas dapat dimengerti bahwa dalam berjilbab juga memiliki standar cara pemakaian yang harus menutupi hingga dada. Sebenarnya bukan bermaksud menyusahkan para wanita muslim, akan tetapi bertujuan untuk melindungi wanita itu sendiri dari suatu hal yang tidak diinginkan. Karena sebuah perintah bukan bertujuan untuk mencelakakan, dan sebuah larangan bukan bertujuan untuk mengkekang.
Akan tetapi sebuah perintah dan larangan itu bertujuan untuk keselamatan dan kenyamanan yang diperintah itu sendiri. Oleh karena itu, marilah kita menjadi wanita yang dicintai, dicintai Allah dengan cara mengikuti petunjuknya (Al-Qur’an), dan dicintai sesama manusia dan makhluk Allah lainnya dengan cara menjadi wanita yang memiliki inner beauty memukau.***

Penulis adalah Elvi Susanti
Mahasiswi Ilmu Komunikasi ‘10 FISIP UR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: