/RIF, Suarakan Perdamaian

The Groove, group band beraliran jazz yang terbentuk pada 1997 ini untuk pertama kalinya hadir di Pekanbaru memeriahkan sebuah even di MTQ, Sabtu (07/01) lalu. Simak wawancara eksklusif kru Tekad Richo Afaldy Putra, Khoirun Nasifa, dan Novia Faradila dengan band yang beranggotakan Rieka Roslan, Reza (vokal), Yuke (bass), Deta (drum) Ari (gitar), Ali Akbar (piano), Tanto (keyboard), dan Rejos (perkusi) di Labersa Hotel.

Menurut The Groove, bagaimana antusias masyarakat Pekanbaru terhadap penampilan The Groove malam ini?
Kebetulan hari ini penampilannya kolaborasi. Kami melihat penontonnya itu ada dua sisi, satu yang memang nungguin The Groove dan ada juga yang nungguin Fadly “Padi” dan Candil. Tapi, hal itu merupakan pembuktian di mana masyarakat Pekanbaru bisa menerima musik apa aja dalam satu panggung tanpa mengkotak-kotakkan jenis musik. Ga’ ada keributan juga. Over all, masyarakat Pekanbaru asyik.

Apa kesibukan The Groove selama vakum?
Karena ada beberapa hal, The Groove memang sempat vakum dari 2005 sampai 2009. Selama itu para personil disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Seperti halnya Rieka disibukkan dengan menulis lagu, mengajar vocal, dan performing art.
Apa proyek terbaru The Groove?
Kita akan meluncurkan album terbaru yang Insya Allah keluar bulan Mei, bertepatan juga dengan ulang tahun The Groove.

Menurut The Groove, bagaimana musik Indonesia saat ini?
Susah untuk menilai musik Indonesia saat ini. Sebenarnya musik Indonesia itu bagus tapi  terkubur oleh industri musik yang men-stereotipekan semua bentuk musik. Banyak anak-anak muda Indonesia yang berpotensi di dunia music. Hanya mungkin saja masih terkubur dalam sistem industri musik yang seperti saat itu.

Sekarang lagi demam Boyband dan Girlband, The Groove ada rencana  ga’ untuk memproduseri sebuah Boyband atau Girlband?
Sempat sih membuat beberapa kelompok vokal tetapi tidak dalam bentuk boy/girlband. Salah satunya Candies, beranggotakan dua orang cewek yang akan debut sebentar lagi.

Setuju ga’ kalau musik jazz itu dikatakan musik untuk kalangan atas?
Tidak setuju, karena musik jazz itu sendiri adalah musik rakyat yang berawal dari masyarakat kulit hitam yang memberontak. Di Indonesia saja kurang memasyarakatkan musik jazz. Apalagi musik jazz sering diadakan di hotel dan harus membayar mahal untuk menontonnya, maka timbullah persepsi bahwa musik jazz itu musik untuk kalangan atas.

Menurut The Groove makna Jazz itu apa sih?
Jazz itu ilmu pengetahuan  kalau diibaratkan seperti sekolah jazz itu adalah SMA kalau mau jadi musisi yang baik ya harus belajar jazz, karena jazz itu merupakan penyempurnaan dari segala jenis musik yang ada yang terjadi dalam music modern.

Apa rahasia The Groove hinnga bisa awet sampai sekarang?
Mempertimbangkan dengan baik warna musik yang akan dibawakan. Mengerti dan konsisten terhadap warna musik yang dipilih. Selain itu, harus ada keterbukaan dan komunikasi yang baik antarpersonil.***

Advertisements
Comments
One Response to “/RIF, Suarakan Perdamaian”
  1. wita says:

    wah keren…apalagi kalo ada fotonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: