UR Ciptakan PLTS

TEKAD-Geliat penelitian UR menuju target Universitas Riset 2020 sepertinya mulai menunjukkan kabar baik. Terbukti semakin banyak penelitian-penelitian menarik dan inovatif yang dilakukan para dosen dan mahasiswa UR. Belakangan, Nurhalim, Dosen DII Teknik Elektro mewarnai penelitian di UR dengan menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Nurhalim tidak sendiri. Dibantu tim risetnya; Azriyeni dan Firdaus dan tiga orang mahasiswanya; Zainul Basri, Engla Pafela dan Azwir, Dosen Elektro ini menciptakan PLTS bentukan mereka sendiri.
Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar 70 juta Rupiah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DP2M) serta dana penelitian berbasis Lab sebesar 15 Juta diraih untuk penelitian PLTS ini.
PLTS hasil penelitian awal ini, terang Nurhalim, baru mampu memenuhi kebutuhan rumah atau sebagai alternatif listrik di laboratorium kampus saat mati lampu. ‘’Belum ada upaya untuk melakukan pengembangan PLTS yang kapasitasnya lebih besar atau skala universitas, lanjutnya.
Namun, Nurhalim optimis surya adalah alternatif yang terbaik untuk menjadi pembangkit ke depan. ‘’Kalau ingin melakukan pengembangan PLTS ini, kita tinggal memperbesar arus saja agar kapasitasnya lebih besar. Kalau kapasitasnya sudah besar maka minimal lampu-lampu di jalan UR sudah menggunakan PLTS, ini tentu akan menghemat biaya listrik universitas,” tambahnya.
PLTS ini, lanjutnya, dikerjakan selama dua bulan dengan empat bagian utama; yaitu Solar Modul, Regulator, Batrai dan Invertor. “Pengerjaan kita mulai dari Bulan April, agar cepat selesai pengerjaannya kita bagi tiga; Modul dikerjakan oleh Engla Pafela, Regulator dan Batrai oleh Zainul Basri, sedangkan Invertor oleh Azwir,” katanya saat ditemui Senin (7/11) lalu.
Juni lalu, setelah pengerjaan selesai, PLTS kemudian disimulasikan sesuai kebutuhan listrik di rumah seperti lampu, televisi, komputer, dan lain-lain dengan mensuplai energi listrik selama lima jam dengan kapasistas 274 Watt. ‘’Energi yang kita suplai sebesar 320 Watt Peak (WP), dengan baterai yang bisa menyimpan arus 700 AH. Itu isa digunakan selama lima jam,” ungkapnya.
Nurhalim berharap, ke depannya UR bisa menjadi universitas percontohan dalam pengembangan energi listrik tenaga surya.*** (Mukmin/Tekad)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: