Balkes Jadi Klinik

Oleh: Mukmini Rahman

Sesuai keputusan Rapat Senat Universitas pada 19 Januari 2012, Balai Kesehatan (Balkes) berubah nama menjadi Klinik UR. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki mutu layanan dan mempersiapkan diri dalam mendirikan Rumah Sakit Akademik. Seperti disampaikan Kepala Klinik UR, dr Suyanto MPH kepada Tekad, Rabu (29/02) lalu.     

 

‘’Rektorat sangat mendukung kita. Penyediaan gedung, peralatan medis dan sumber daya agar klinik dapat optimal terus diupayakan. Bahkan kami diupayakan sebagai bagian sistem akademik atau pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UR.’’ Demikian dituturkan Suyanto saat ditemui di ruang kerjanya di Klinik UR.

Menurutnya, Rektorat UR telah memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap fasilitas Klinik UR. Terbukti, Klinik UR kini telah memiliki gedung yang representatif, laboratorium lengkap, Unit Diagnosa Terpadu, Unit Layanan Emergensi dan Unit Layanan Gigi.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan sejalan dengan visi Klinik UR; memberikan pelayanan kesehatan bermutu bagi civitas akademika UR dan masyarakat umum sebagai perwujudan Tridarma Perguruan Tinggi.

Ke depannya, terang Suyanto, Klinik UR akan menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara comprehensif integrative, mendorong terwujudnya sumber daya klinik yang professional, serta meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Pelayanan Bertambah

            Pelayanan pun semakin ditingkatkan seiring perubahan nama. ‘’Penggunaan janji telpon dan janji temu online via website akan diaktifkan, sehingga pasien dapat menelpon lebih dulu sebelum berkunjung ke klinik dan membuat appointment dengan dokter yang dikehendaki,’’ jelas Suyanto.

Bagi yang ingin memeriksakan penyakitnya, laboratorium di Klinik UR telah memiliki alat yang dapat mendeteksi sejumlah penyakit, seperti pemeriksaan darah rutin yang meliputi hemoglobin, leukosit, trombosit, laju endap darah, dan kekentalan darah. Kemudian pemeriksaan  kimia darah (SGOT, SGPT, ALP, Ureum, Kreatinin, Bilirubin Direk Indirek, Trigelserida, Kolestrol, gula darah red). Ada pula pemeriksaan urin rurin.

            Suyanto pun patut berbangga. Klinik UR kini telah memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Tenaga dokter umum dan dokter gigi tetap seperti format lama. Tenaga Spesialis tersedia beragam, yakni; spesialis patologi klinik, spesialis kedokteran olahraga, spesialis kandungan dan spesialis penyakit dalam.

‘’Tenaga psikolog dan konseling, serta tenaga paramedis seperti perawat, analisis labor, asisten apoteker, bidan dan supir ambulan juga tersedia lengkap. Untuk Dokter Umum dan Dokter Gigi itu sudah ada jadwal praktek masing-masing,’’ tukas Suyanto.

            Untuk biaya, selama ini sumber pembiayaan klinik bersumber dari PNBP universitas. Namun ke depannya, demi mengoptimalkan fungsi BLU universitas, Klinik berencana membuat terobosan mencari dana sendiri. ‘’Dosen, pegawai, dan masyarakat umum yang berobat akan dikenakan tarif sesuai dengan jenis layanan,’’ terang Suyanto.

Besaran tarif tersebut sudah ditetapkan oleh Rektor UR. ‘’Tarifnya lebih murah dibandingkan klinik pada umumnya. Bagi mahasiswa, pelayanan tetap gratis dengan menunjukkan Smart Card (KTM, red),’’ tambah Suyanto lagi.

Pengunjung bertambah

Pelayanan yang baik sangat dibutuhkan dalam suatu unit kerja. Hal inilah yang diterapkan oleh Pegawai Klinik UR dalam melayani pasien. Tidak heran, pengunjung Klinik UR diakui para pegawainya terus  meningkat. ‘’Pasien yang berkunjung kita sambut dengan baik dan kita berikan pelayanan yang baik,’’ sebut Dewi Roza Amd Kep, salah seorang pegawai Klinik UR, Jumat (16/03) lalu.

Pernyataan ini dibenarkan Agrina. ‘’Pelayanannya bagus, pegawainya ramah-ramah, sehingga saya lebih nyaman berobat kesini,’’ ungkap salah satu Dosen UR ini saat tengah berobat di Klinik UR, Jumat (16/03) lalu.

Menurut dr Sugeng Riyadi, salah satu Dokter Umum di Klinik UR, pelayanan menjadi faktor lain bertambahnya pengunjung selain fasilitas yang makin lengkap. ‘’Kita makin lengkap, jadi mereka tidak sungkan datang untuk berkonsultasi tentang berbagai penyakit,’’ tuturnya.

Selama ini, Sugeng menambahkan, rata-rata pengunjung saat masih menjadi Balkes adalah dosen dan mahasiswa. ‘’Kalau mahasiswa, pengobatan yang diminta umum, seperti; bantuk, pilek, demam, dan kecelakaan kecil. Sementara dari dosen seperti hipertensi, kolesterol, dan sebagainya,’’ tambahnya. Sugeng berharap ke depannya pengunjung dapat lebih beragam.

Tanggapan Mahasiswa

Tanggapan positif diungkapkan mahasiswa. ‘’Bagus sih kalo berubah nama jadi klinik, tapi ya kalau bisa pelayanannya lebih bagus juga. Dokter atau perawatnya nggak usah sombong,  itu kan klinik kita bersama,’’ ungkap Ririn, salah satu Mahasiswi FISIP UR kepada Tekad.

Berbeda dengan Ririn, Ifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi ’10 tidak begitu menyukai perubahan nama Balkes. ‘’Kalau untuk konteks kampus, nama klinik jadi gimana gitu. Kalau Balkes kan terkesan besar, tapi kalau klinik terkesan cuma untuk mengobati penyakit-penyakit biasa. Bagusan Balkes, klinik kayaknya kecil,’’ ungkapnya, Selasa (20/03) lalu.

Untuk pelayanannya, Ifah mengatakan penyambutan awal memasuki Balkes cukup ramah dan prosesnya cepat. Ini mungkin dikarenakan yang dilayani tidak terlalu banyak. ‘’ Tapi kalau untuk pelayanannya ketika berlangsung check-up seperti mendiagnosa dan pemberian pesan-pesan dari dokternya, masih kurang,’’ ungkapnya.

Namun Ifah menyatakan bahwa nama memang bukanlah masalah. Jauh lebih penting  penting pelayanan dan fasilitas. ‘’Awalnya Balkes kan katanya kan untuk mahasiswa dan dosen saja. Kalau mau diperluas untuk masyarakat, berarti pelayanannya dan fasilitasnya yang harus lebih baik lagi,’’ katanya mengakhiri.*** (Aristra)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: