Ujian Online Ikom Tak Lagi Wacana

            Salah seorang pegawai BPTIK yang juga berprofesi sebagai dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi, Salhazan Nasution S Kom mulai wacanakan ujian online. ‘’Ujian online ini adalah ujian yang dilakukan secara online dari media komputer dengan fasilitas internet. Jadi mahasiswa bisa melakukan di mana saja,” terang Salhazan, Kamis (15/03) lalu.

            Saat ini, lanjut Salhazan, semuanya sudah serba online dan paperless. Proses belajar mengajar di beberapa universitas lain pun sudah mulai menggunakan fasilitas internet, seperti perolehan materi kuliah bagi mahasiswanya dengan men-download di situs dosen. ‘’Kalau tidak dicoba sekarang, kapan lagi,” lanjutnya.

            Lagipula, ujian online dapat mempermudah proses pengoreksian. Hasilnya pun akurat, efektif, dan dapat lebih objektif karena komputer yang bekerja bukan lagi tangan manusia. Jenis soal juga beragam, dapat berupa essay, true or false dan lain-lain. Dosen hanya menuliskan kunci jawaban pada soal tersebut.

Jelas Salhazan lagi, setiap mahasiswa tidak akan mendapatkan soal yang sama karena untuk setiap pertanyaan dan jawaban akan di random. Ujian maupun kuis ini juga diberikan time limit dalam pengisiannya dan hanya diberikan kesempatan satu kali pengisian tanpa ada pengulangan.

            ‘’Tugas dosen kan selain mengajar juga mendidik. Nah di ujian online ini mahasiswa dididik untuk lebih jujur dan percaya atas kemampuan sendiri dengan soal dan jawaban yang dirandom. Setelah dicobakan pada mata kuliah Komputer Perkantoran di Jurusan  Ilmu Komunikasi, hasilnya cukup bagus. Tapi akan dievaluasi lagi,” lanjutnya.

            Nick Diocto, mahasiswa Ilmu Komunikasi ‘10 mengaku setuju dengan wacana Salhazan. ‘’Ini sebuah terobosan baru. Kapan lagi kita mencoba modernisasi? Padahal teknologi telah berkembang demikian pesatnya. Kapan kita maju kalau kita cuma jalan di tempat dan tidak berani mencoba sesuatu yang baru,’’ ungkapnya, Jumat (16/03) lalu.

            Namun Nick melihat ada kekurangan yang harus diantisipasi cepat. ‘’Kelebihannya mungkin proses penilaian cepat, easy to acces dan mengurangi tingkat kecurangan. Tapi kekurangannya, semua orang memiliki tingkat ekonomi berbeda. Bagaimana jika ada yang tidak bisa mengakses hanya karena tidak memiliki fasilitas? Sistem ini juga rentan pembajakan dan peretasan,” tambah Nick.

            Menjawab itu, Salhazan pun menjamin dengan fasilitas dari Pusat Komputer (Puskom). ‘’Tidak perlu khawatir karna tidak adanya laptop maupun modem, atau dengan lambatnya internet. Ujian bisa dilaksanakan di Puskom,’’terangnya

Untuk membiasakan mahasiswa dengan ujian sistem terbaru ini, untuk tahap awal ujian ini akan diadakan dalam bentuk kuis. ‘’Kalau pada kuis pertama tidak berhasil, akan diadakan kuis-kuis selanjutnya. Jadi mahasiswa masih punya banyak kesempatan untuk memperbaiki nilai,’’ tukas dosen lulusan Ilmu Komputer tersebut.

            Salhazan berharap ujian online dapat berkembang dengan baik. ‘’Harapan saya dengan dimulainya ujian online di Ilmu Komunikasi, jurusan lain, fakultas lain, bahkan universitas nantinya bisa tertular menerapkannya,’’ harapnya.

            Tidak jauh berbeda dengan Salhazan, Nick juga berharap besar akan keberhasilan sistem ini. ‘’Saya berharap ujian online  akan berhasil dan semua mata kuliah lain juga menggunakan sistem ujian online. Bahkan kalau bisa UR juga, jadi bertambah lagi lah kemajuan yang di alami UR,” harapnya.*** (Gama)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: