Indonesia dalam Globalisasi dan Peradaban

Peluang Kerja di Luar Negeri dan Upaya Menciptakan Peradaban di Tingkat Global”, demikian tema yang di usung pada kuliah umum yang di gelar oleh Humas UR beserta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang berlangsung di Ruang Serba Guna Rektorat, Selasa (31/07) lalu.

Dalam kuliah umum ini Humas UR mendatangkan Moh Jumhur Hidayat, kepala BNP2TKI sebagai pembicara yang juga dihadiri oleh Pembantu Rektor IV, Dr Adhy Prayitno. Kuliah umum ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa FISIP, FT, Pendidikan Bahasa Jepang dan PSIK.

Dalam pemaparannya, Moh Jumhur Hidayat mengulas dua materi pokok yaitu tentang globalisasi dan peradaban. Ia menjelaskan bahwa globalisasi merupakan adanya keterkaitan dan ketergantungan yang terjadi antar negara, baik itu dalam bidang perdagangan maupun jasa.

Hal ini tampak ketika Jerman butuh tujuh ribu perawat dari Indonesia namun dipersulit dengan sistem regulasi yang rumit dari Jerman sehingga TKI tidak dapat ‘membantu’ Jerman dalam perkara ini. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya di antara negara satu dengan negara lainnya saling membutuhkan.

Atas dasar tersebut Jumhur menegaskan, ‘’Ada ketidakadilan dalam globalisasi, khususnya dalam ketenagakerjaan,’’ ungkapnya dalam penyampaian materinya. Selain globalisasi, peradaban juga sangat berpengaruh. Menurutnya, Indonesia belum bisa menciptakan peradaban di luar negeri. Karena tidak perlu di luar negeri, di negeri sendiri saja Indonesia belum mampu menciptakannya.

‘’Indonesia saat ini sudah mulai mengikuti gaya kebarat-baratan, contohnya saja Indonesia punya banyak kekayaan alam seperti singkong, padi, jagung dan lainnya, tetapi malah mulai mengonsumsi gandum. Hal ini menyebabkan cita rasa Indonesia berubah dan akhirnya menyebabkan ketergantungan dalam bidang pangan,’’ungkapnya kembali.

Hal ini ditanggapi oleh Merlia Rahmayani SIp, peserta kuliah umum. ‘’Peradaban harus dibentuk dari diri kita sendiri, kalau kita ingin menjadi manusia yang beradab dan bangsa beradab kita harus mulai dari diri kita sendiri. Contohnya seperti mahasiswa, jika mahasiswa ingin menjadi mahasiswa yang beradab maka jangan kuliah cuma datang, duduk, diam dan pulang,’’ ungkapnya kepada Tekad, selasa (31/07) lalu.

Merlia juga menjelaskan, ‘’Sosialisasi ini sangat bagus dan strategis diadakan terutama di wilayah Riau. Apalagi Riau merupakan wilayah yang dekat dengan Semenanjung Malaysia, hal ini menyebabkan wilayah Riau menjadi jalur lintas untuk ke sana. Apabila ada pemberangkatan atau pemulangan TKI, yang menerima lebih awal adalah wilayah Riau, dengan demikian hal tersebut perlu dikontrol oleh masyarakat Riau sendiri,’’ ungkapnya mengakhiri.***

Novel

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: