Kabar Kukerta: dari Main Bola hingga Demo Masak

Cerita Kukertaku

Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa kita kenal KKN/Kukerta merupakan kegiatan mahasiswa yang dilakukan langsung terjun ke lingkungan masyarakat, dengan tujuan memperoleh pengalaman dan bekerja dalam kegiatan pembangunan masyarakat. Kukerta juga merupakan wadah penerapan serta pengembangan ilmu dan teknologi yang dilaksanakan di luar kampus.

Banyak desa yang dipilih sebagai tempat KKN, salah satunya Desa Pangkalan Baru. Desa yang berada di Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar ini bisa ditempuh sekitar setengah jam dari Marpoyan. Memiliki empat dusun yang salah satu dusunnya menjadi posko bagi mahasiswa Kukerta. Kami, kebagian posko di dusun IV Pematang Arang yang letaknya jauh dari dusun I, II, dan III.

Desa yang terletak di Jalan Lintas Timur ini banyak memberi pengalaman baru bagi teman-teman seperjuangan di Kukerta ini. Dari masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, latar pendidikan, dan pekerjaan, semua perbedaan tersebut terasa berat untuk dijalani dalam program kerja, namun atas dukungan dari Pak Zakir selaku Kepala Desa semua program yang direncanakan berjalan dengan baik walaupun banyak tantangan yang harus dilewati. Selain itu, dukungan dari Pak Sarkani selaku Kepala Dusun IV juga membantu untuk mengenal dan lebih dekat dengan masyarakat.

Selama tiga bulan kami melakukan Kukerta yang dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Dalam bulan pertama, tak begitu banyak kegiatan yang kami lakukan, hanya pendekatan dengan masyarakat dan sekolah. Di bulan ke dua, mulai terlaksana kegiatan yang dilakukan dari mengajar di sekolah, gotong royong di masjid dan berolah raga bersama masyarakat. Lalu pada bulan terakhir kami melakukan penyuluhan-penyuluhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Saat bulan pertama, pendekatan kami dengan masyarakat diterima dengan baik. Masyarakat begitu akrab dengan kami, banyak cerita yang kami dapat dari mereka tentang Desa Pangkalan Baru. Mulai masa lalu Desa Pangkalan Baru hingga konflik-konflik hangat yang saat ini terjadi. Pada sore harinya, kami bermain bola volly bersama ibu-ibu yang rumahnya di sekitar sekolah. Banyak canda tawa yang sulit rasanya untuk dilupakan. ‘’Emaaaaak, semangat ya…’’

Di bulan kedua, kami mulai mengajar di SDN 012. Murid-murid begitu akrab dengan kami, bermain bola kaki, dan belajar di kelas. Mereka aktif ketika belajar bersama kami. ‘’Ternyata mengajar itu susah,’’ itu yang terpikir oleh saya. Di sore harinya, saya dan teman saya Leyla dan Sukri pergi ke Musholla Nurul Quran untuk mengajar mengaji. Banyak anak-anak yang ingin belajar mengaji namun sayangnya adanya guru secara tetap belum ada. Anak-anak pun sepertinya melanjutkan bacaannya tanpa menyadari kesalahan bacaan mereka.’’Kak Iza, Andy batuk jadi gak bisa ngaji dengan benar,’’ kata salah satu anak yang mengaji di musholla itu.

Lalu di bulan terakhir, kami awali dengan acara demo masak. Awalnya pesimis ibu-ibu akan datang memenuhi undangan kami namun ternyata di luar dugaan, acara kami sukses. Itu semua berkat chef baru kami, Dea. ‘’Aduh gak nyangka ya bakal rame gini, apalagi masakannya enak, baru pertama kali pegang wajan. Hehehehehe.’’ Ekspresi yang susah untuk dilupakan.

Acara selanjutnya kami mendapat undangan untuk menghadiri undangan Pengukuhan RT/RW Desa Pangkalan Baru. ‘’Apa pak, jadi protokol??’’ kata saya terkejut. Pak Zakir menunjuk saya untuk menjadi protokol dalam acara ini.

Pengalaman baru lagi yang tak mungkin saya peroleh di luar sana. Di penghujung acara, teman saya Al dan Awis naik panggung untuk mempersembahkan suara emasnya. Semua tersenyum bahagia karena keunikan mereka saat menyanyikan lagu “Pemilik Hatiku” dari Armada.

Acara selanjutnya yaitu penyuluhan pertanian. Konflik dalam kelompok mungkin sudah menjadi hal yang biasa, itu yang kami hadapi untuk penyuluhan tentang pertanian ini. Namun kami bersyukur karena acara berjalan dengan lancar. Ketua tim penyuluhan, Febri, merasa cukup senang dengan suksesnya acara ini. ‘’Alhamdulillah teman-temanacara kita sukses,’’ ujarnya senang.

Banyak kegiatan yang kami lakukan dan banyak kenangan yang telah kami ciptakan. Semua yang terjadi hanya untuk kesuksesan kita bersama, dan semua kenangan hanya kita yang merasakan.

Di penghujung Kukerta ini diakhiri dengan Bazar Amal. Acara yang dipandang sebelah mata ini memiliki hasil yang tak Sukri sangka. Sukri selaku penanggung jawab dan orang yang memiliki ide mulia ini merasa bahagia dengan hasil usahanya. ‘’Hasilnya gak disangka ya bisa sebanyak ini,’’ ucapnya dengan keringat yang masih berjatuhan.

KKN merupakan kegiatan yang menarik. Barangsiapa yang bisa memanfaatkan waktu yang ada maka akan ada kesempatan untuk memperolehnya. Kebersamaan dalam tim juga merupakan modal awal berjalannya segala program yang akan dilaksanakan selama KKN. Masih teringat selalu orang-orang yang membantu kelancaran KKN ini, karena tanpa mereka mungkin program kami tidak akan berjalan dengan lancar.

Lalu yang paling penting, apapun yang sudah dan akan dibuat, tulislah dalam kertas sebagai bukti bahwa inilah cerita Kukertaku. Terima kasih untuk sahabat dan teman-teman Kukertaku Leyla, Dian, Dea, Dini, Icin, Ipit, Febri, Al, Sukri, Awis, Muhdori, Rika, Jimi dan Sari. Kenangan bersama kalian mungkin akan susah saya dapatkan lagi. Emosi dan amarah hilang saat air mata menjadi penghujung di akhir KKN kita.***

Aditya Eriza Zuhry

Bendahara Kelompok KKN Non Reguler Gel. II

Desa Pangkalan Baru Kec. Siak Hulu

Kab. Kampar

Riau

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: